Tentang Seduh

Saya menyukai gagasan bahwa beberapa hal membutuhkan waktu untuk menjadi sesuatu.

Seperti kopi perlu diseduh, teh perlu menunggu beberapa menit sebelum rasanya keluar. Begitu pula dengan banyak hal dalam hidup—barangkali kita juga membutuhkan sedikit waktu untuk memahami apa yang sedang kita jalani.

Seduh lahir dari gagasan sederhana itu.

Sebuah ruang personal untuk menulis, membaca, belajar, dan menyimpan berbagai hal yang menurut saya layak direnungkan.

Di sini saya menulis tentang buku yang sedang atau pernah saya baca, kehidupan sehari-hari, pekerjaan, proses belajar, produktivitas, bertumbuh, tentunya tentang perempuan, serta berbagai ketertarikan kecil yang datang silih berganti.

Tidak semuanya akan menjadi tulisan yang serius.

Kadang saya hanya ingin mencatat sesuatu sebelum itu hilang dari ingatan.

Mengapa Seduh?

Karena saya percaya, bahwa hidup tidak semuanya harus dikejar.

Ada hal-hal yang perlu dibaca perlahan.

Ada gagasan yang perlu dipikirkan lebih lama.

Ada pengalaman yang baru menemukan maknanya setelah kita melihatnya dari jarak tertentu.

Dan mungkin, ada tulisan yang tidak perlu memberikan jawaban—cukup membuat kita berhenti sebentar dan bertanya.

Itulah Seduh.

Tempat untuk berhenti sejenak, membaca, dan meracik makna dari hal-hal sederhana.

— Aniq